Selasa, 15 Mei 2012

persebaran fauna di muka bumi dan persebaran fauna di indonesia


2.
Persebaran Fauna di Permukaan Bumi


            Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa flora yang terdapat di permukaan bumi berbeda-beda jenisnya sesuai dengan kondisi fisik daerah tersebut. Bagaimana dengan dunia hewan atau fauna di permukaan bumi ini, apakah juga terbagibagi seperti yang terjadi pada flora?

            Amatilah beberapa jenis hewan yang terdapat di sekitar Anda! Carilah data dari internet dan buku tentang berbagai jenis fauna yang unik sehingga menjadi simbol atau ciri khas dari suatu negara! Buatlah kesimpulan mengapa jenis fauna di daerah Anda dan di daerah lain bisa berbeda jenis dan cirinya!

            Jenis fauna apa saja yang bisa Anda temukan dari internet dan buku! Bandingkan dengan pembagian fauna di dunia yang dibuat oleh Alfred Russel Wallace. Alfred Russel Wallace adalah tokoh yang sangat terkenal dalam membahas persebaran flora dan fauna dunia sehingga sering disebut sebagai bapak biogeografi dunia. Alfred Russel Wallece pada tahun 1876 membagi persebaran fauna di dunia dalam beberapa provinsi yaitu sebagai berikut.

a. Provinsi Zoogeografi Paleartic

            Provinsi ini meliputi di Siberia, Afrika Utara, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Fauna yang hidup di antaranya harimau siberia, beruang kutub, beaver, dan rusa.

b. Provinsi Zoogeografi Neartic

            Provinsi ini meliputi sebagian besar Amerika Utara dan Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis). Fauna yang hidup di antaranya antelope, rusa, dan beruang.
c. Provinsi Zoogeografi Neotropical

            Provinsi ini meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Mexico. Fauna yang hidup di antaranya primata, kelelawar, rodent, trenggiling, dan kukang.

d. Provinsi Zoogeografi Ethiopian

            Provinsi ini meliputi Afrika dan Madagaskar. Fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika, gorila gunung, jerapah, dan lain-lain.

e. Provinsi Zoogeografi Oriental

            Provinsi ini meliputi India, Cina, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya harimau sumatra, tapir malaysia, gajah india, kerbau air, badak, dan lain-lain.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
15





f.
Provinsi Zoogeografi Australia


            Provinsi ini meliputi Australia, Tasmania, dan sebagian Indonesia bagian timur. Fauna yang hidup di antaranya kanguru, plathypus, kuskus, wombat, dan lain-lain.
g.   Provinsi Zoogeografi Oceanic

            Tersebar di seluruh samudra di dunia, berupa beberapa jenis ikan dan fauna laut jenis mamalia, seperti anjing laut, lumbalumba, dan ikan paus.

h.  Provinsi Antartik

            Provinsi ini mencakup kawasan di kutub Selatan, jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat untuk menahan dingin serta memiliki lapisan lemak yang tebal pula. Fauna daerah ini di antaranya rusa kutub, burung penguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.

Gambar 1.10 Beberapa jenis fauna di dunia

Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006

C
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA
DI INDONESIA



                Tahukah  Anda  bahwa  Indonesia  dikenal  dengan  julukan Megadiversity Country? Julukan tersebut tidaklah berlebihan karena memang Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan bervariasi.

Indonesia tercatat dalam peringkat lima besar dunia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman flora tertinggi, di mana mencapai kurang lebih 38.000 spesies (55% endemik), urutan pertama dalam kekayaan jenis Palem (477% spesies dan 47% endemik) serta 400 spesies lebih Dipterocarpaceae yang merupakan jenis pohon yang bernilai ekonomis.

16
Geografi  SMA / MA Kelas XI


            Tidak hanya flora yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi namun fauna Indonesia juga sangat beragam dan bervariasi. Indonesia menempati urutan pertama untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik) dan kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik), keempat untuk   reptil (512 spesies,  29% endemik), kelima untuk burung  (1.519 spesies,  28% endemik), serta keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik)
            Marilah kita mencoba menganalisis fenomena di atas, faktor-faktor apa saja yang menjadikan Indonesia begitu kaya akan keanakearagaman hayati. Sebelumnya lakukan diskusi dengan teman kelompok belajar Anda untuk mengisi kegiatan berikut!

Kegiatan

Tabel 1.1 Flora dan Fauna Indonesia


Indonesia bagian barat

Indonesia bagian tengah

Indonesia bagian timur
Flora
Fauna
Flora
Fauna
Flora
Fauna


Hasil diskusi menunjukkan perbedaan flora dan fauna tiap region bukan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya?

            Kekayaan berbagai jenis flora dan fauna tersebut dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia, kondisi iklim serta sejarah geologis Indonesia. Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangat dipengaruhi sejarah geologi Indonesia (seperti yang telah dijelaskan di hal 6). Kurang lebih satu juta tahun yang lalu, Sumatra, Jawa dan Kalimantan menjadi satu dengan Benua Asia, serta Papua bersatu dengan Benua Australia, sedangkan Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara merupakan pulaupulau yang tidak pernah bersatu dengan benua/daratan manapun.
            Posisi Sulawesi yang terisolasi dalam waktu cukup lama memungkinkan terjadinya evolusi berbagai jenis spesies yang unik sehingga pulau ini mempunyai tingkat endemisme flora maupun fauna yang cukup tinggi.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
17



Gambar 1.11 Kepulauan Indonesia dengan garis Wallace dan Weber

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Wallace_Line

                Alfred R.Wallace pada abad ke-19 mengadakan penelitian tentang kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Selanjutnya menetapkan Sulawesi dan Kepulauan NTT sebagai wilayah khusus (wallace region)
yang dibatasi oleh garis maya yaitu Garis Wallace. Garis ini memisahkan Sulawesi dan Kepulauan NTT dengan Jawa, Sumatra dan Kalimantan (pulau-pulau Paparan Sunda) serta Garis Weber yang memisahkan Sulawesi dan Kepualauan NTT dengan Papua dan Maluku (Paparan Sahul).

1. Persebaran Flora di Indonesia

            Amatilah ketampakan-ketampakan alam khususnya yang ada di sekitar Anda dan di Indonesia pada umumnya! Jika mengalami kesulitan untuk mengamati seluruh Indonesia, bukalah atlas yang ada! Pada atlas akan ditunjukkan berbagai ketampakan yang digambarkan dalam sebuah simbol.

            Berdasarkan pengamatan dan uraian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa pada ketampakan yang berbeda maka jenis flora dan faunanya juga akan berbeda. Setujukah Anda dengan pendapat tesebut?
            Indonesia merupakan suatu negara yang luas dan kaya akan kekayaan alam yang dapat dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi. Secara geografi kita akan mengelompokkannya secara keruangan yaitu dalam beberapa ekosistem. Kekayaan flora Indonesia terbagi dalam beberapa ekosistem, yaitu sebagai berikut.

a.   Hutan Pegunungan

Hutan pegunungan ini luasnya mencapai 65% dari seluruh hutan yang ada di Indonesia. Vegetasi didominasi oleh jenis Dipterocarpaceae seperti meranti merah, keruing, nyatoh dan lain-lain. Tersebar di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Coba kenali vegetasi yang ada di provinsi tempat tinggal Anda!

18
Geografi  SMA / MA Kelas XI


b.
Hutan Sub-Montana dan Montana


            Hutan ini terdapat pada ketinggian antara 1300-2500 m, vegetasi yang tumbuh jenis Lauraceae dan Fagaceae, sedangkan
            suku Dipterocarpaceae   sedikit dijumpai. Apakah tempat tinggal Anda berada pada ketinggian tersebut! Coba ukur dengan memanfaatkan GPS atau altimeter, jika alat tersebut tidak ada, coba tanyakan pada guru Anda!

c.
Hutan Savana


            Hutan savana terdapat di Papua, Nusa Tenggara Timur, serta sedikit dijumpai di Maluku. Di Papua vegetasi hutan savana merupakan asosiasi antara padang rumput dan Ecalyptus spp, di Maluku merupakan asosiasi antara padang rumput dan Malauleca serta di Nusa Tenggara Timur asosiasi antara padang rumput dengan Ecalyptus alba, serta tersebar tidak merata pohon lontar (sejenis palem-paleman). Carilah data tentang berbagai jenis rumput tersebut! Berdasarkan data yang sudah Anda dapatkan, bagaimana cara agar rumput tersebut mempunyai nilai ekonomis?

d.
Hutan Rawa


            Hutan rawa ialah hutan yang selalu tergenang oleh air tawar baik musiman ataupun sepanjang tahun. Hutan rawa banyak tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra, pantaipantai di Kalimantan, Papua, dan beberapa di Jawa. Vegetasi yang tumbuh pada hutan ini di antaranya jelutung, binuang, rengas, nibung, rotan, pandan, dan palem-paleman. Menurut Anda, selain jenis tumbuhan di atas dapatkah hutan rawa ditanami jenis tanaman pertanian? Mengapa demikian?

e.
Hutan Gambut


            Hutan  gambut  terbentuk  dari  sisa-sisa  hewan  dan tumbuhan di masa lampau yang berjalan terus-menerus sehingga terbentuk suatu lapisan tanah. Dilihat dari proses pembentukan tanah di hutan gambut tersebut menunjukkan bahwa hutan ini memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Vegetasi yang tumbuh adalah jenis ramin (Gonystilus bancanus) serta beberapa terdapat meranti rawa dan jenis dari Agathis.

Terjadinya hutan gambut mengingatkan kita pada bagaimana batubara terbentuk. Banyaknya kandungan bahan organik pada hutan gambut membuat orang-orang banyak melakukan eksploitasi terhadap batubara yang terbentuk pada hutan

Geografi  SMA / MA Kelas XI
19


gambut. Menurut Anda, sebaiknya hutan gambut dieksploitasi atau dibiarkan saja sehingga bisa menjadi cadangan bahan bakar untuk anak cucu kita kelak?

f.
Hutan Pasang Surut


            Hutan ini berada di kawasan terjadinya pasang surut pantai, hutan ini juga sering disebut sebagai hutan mangrove. Ciri khas dari hutan ini adalah sistem perakaran tumbuhan bakau yang menonjol disebut sebagai akar nafas  (pneumatofor) yang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan untuk mendapatkan oksigen karena tanah pada hutan ini miskin oksigen bahkan anaerob. Vegetasi yang tumbuh adalah rhizopora, avecinia, sonneratia,  bruguinera,  dan  ceriop.  Tersebar  di  Sumatra,
            Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.

            Carilah  data  tentang  hutan  mangrove  yang  ada  di Indonesia! Berdasarkan data tersebut, hutan bakau dimanfaatkan untuk apa dan apakah cara yang digunakan sudah ramah lingkungan?

            Persebaran flora di Indonesia selain menurut ekosistem tersebut, Wallace juga membaginya dalam  3 bagian yang dipisahkan oleh Garis Wallace (di sebelah barat Sulawesi dan NTT) dan Garis Weber (di sebelah timur Sulawesi dan NTT) sebagai berikut.

)   Bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
            Bagian  ini  kaya  akan  berbagai  spesies  flora,  seperti Dipterocarpaceae   diperkirakan terdapat 267 spesies. Macammacam flora yang lain di antaranya : Rafflesia spp, berbagai jenis anggrek, berbagai jenis tanaman obat, dan lain-lain.
2)   Bagian peralihan meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara, jenis
            flora yang ada, di antaranya Dipterocarpaceae (jenisnya lebih sedikit dibanding Sumatra dan Kalimantan).Terdapat anggrek yang unik dan khas yaitu ”anggrek hitam” , warna hitam terdapat pada putiknya, sedangkan mahkota bunga sebenarnya berwarna hijau muda. Selain flora di atas terdapat juga kayu cendana, kayu kemiri, kayu hitam, dll.
3)   Bagian timur meliputi Maluku dan Papua, jenis flora yang
            ada di antaranya   flora mangrove dengan asosiasi cemara laut, butun, dan ketapang.

            Berdasar pada persebaran flora Indonesia di atas maka termasuk kawasan yang manakah tempat tinggal Anda? Flora apa saja yang dapat Anda temui?

20
Geografi  SMA / MA Kelas XI



2.  Persebaran Fauna di Indonesia

Gambar 1.12   Peta persebaran hewan di Indonesia

Ilustrasi: Cahyo

Amati kembali Gambar  1.11  (Garis Wallace dan Webber)! Persebaran fauna di Indonesia menurut Wallace terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian barat, bagian peralihan, dan bagian timur. Ketiga daerah ini dipisahkan oleh Garis Wallace dan Garis Webber.

a.
Bagian Barat


            Bagian barat ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Asiatis yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Fauna yang hidup di kawasan ini adalah harimau Sumatra, macan tutul, banteng, ular kobra, badak bercula satu, burung elang jawa, dan burung rangkong.

b.
Bagian Peralihan


            Bagian ini adalah kawasan unik dan khas yang disebut juga sebagai Wallace region. Kekhasan fauna di kawasan ini ialah
terdapatnya fauna yang mempunyai kemiripan dengan fauna kawasan asiatis (tapir dan monyet) tapi juga mirip dengan fauna yang ada di kawasan Australia (kakatua dan musang).
            Fauna di bagian peralihan antara lain anoa, tarsius, burung maleo, burung alo, babirusa, musang sulawesi, kuskus, dan burung jalak sulawesi.

c.
Bagian Timur


            Bagian ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Australian, yang meliputi Maluku dan Papua. Fauna yang hidup di antaranya kuskus, kanguru, burung cendrawasih, buaya irian, penyu sisik, dan monyet ekor panjang.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
21

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar