Rabu, 16 Mei 2012

menghitung jml pddk


1. Menghitung Jumlah Penduduk

          Data yang paling pokok dalam demografi ialah jumlah penduduk. Jumlah penduduk dihitung dengan menggunakan metode sensus atau
            cacah jiwa, registrasi penduduk, dan survei penduduk.

a. Sensus Penduduk

            Sensus penduduk adalah pencatatan total tentang penduduk yang dilakukan olah Badan Pusat Statistik dengan tujuan untuk mengetahui jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali.

            Sensus penduduk dibedakan menjadi dua macam berdasarkan pada status tempat tinggal penduduk yaitu sebagai berikut. 1)   Sensus de facto ialah penghitungan penduduk atau pencacahan
            jiwa yang dikenakan pada setiap orang yang pada waktu diadakan pencacahan berada di dalam negara atau daerah yang bersangkutan.

2)   Sensus de yure ialah penghitungan penduduk atau pencacahan
            jiwa yang hanya dikenakan kepada penduduk yang benar-benar berdiam atau bertempat tinggal di negara bersangkutan atau di daerah itu atau berdasarkan pada tempat tinggal yang tetap.

b. Registrasi Penduduk

            Registrasi penduduk ialah pencatatan tentang identitas atau ciriciri, status, dan kondisi penduduk yang dilaksanakan secara terusmenerus oleh pemerintah mulai tingkat terendah yaitu desa atau kelurahan. Dari data hasil registrasi akan didapat laporan monografi desa tentang kependudukan secara kontinu yang berisi data tentang kelahiran penduduk, kematian, perkawinan, perceraian, dan perpindahan penduduk.

c.
Survei Penduduk


            Survei penduduk pada dasarnya sama dengan sensus penduduk, hanya pada survei penduduk ini dilakukan pada beberapa daerah yang dijadikan sampel/contoh dari perhitungan penduduk tersebut. Biasanya pada survei penduduk ini dilakukan karena pertimbangan waktu, biaya, dan tenaga pelaksana survei.

 
2.
Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis
Kelamin



                Sekarang   kita   akan   mempelajari   penduduk   berdasarkan keragamannya. Kita mulai dari rumah Anda. Berapakah jumlah angota keluarga yang ada di rumah Anda? Berapakah yang berjenis kelamin laki-laki? Berapa beda umur Anda dengan anggota keluarga yang lain? Bandingkan data di keluarga Anda dengan data kependudukan yang telah Anda dapatkan di depan!

            Apakah yang telah Anda lakukan dinamakan pendataan penduduk berdasarkan komposisi penduduk? Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan tujuan pengelompokan tersebut. Contoh pengelompokan penduduk, antara lain adalah berdasarkan jenis kelamin, umur, agama, bahasa, mata pencaharian, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara karena dapat dijadikan dasar pengambilan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.

            Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan variabel yang sangat penting dalam demografi. Hal ini disebabkan karena dalam setiap pembahasan tentang masalah penduduk melibatkan variabel umur dan jenis kelamin.

Komposisi penduduk menurut umur disebut juga struktur penduduk. Struktur ini membagi umur dalam beberapa kelompok dengan interval tertentu. Struktur penduduk antara wilayah satu dengan yang lain berbeda-beda. Negara maju mempunyai struktur penduduk yang berbeda dengan negara yang sedang berkembang. Demikian pula struktur wilayah perkotaan akan berbeda dengan struktur penduduk wilayah pedesaan. Hal tersebut bisa terjadi karena dipengaruhi oleh tiga variabel demografi yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi. Ketiga variabel tersebut saling berpengaruh satu dengan yang lain, jika salah satu berubah maka variabel yang lain juga ikut berubah. Faktor sosial

42
Geografi  SMA / MA Kelas XI



ekonomi suatu wilayah akan memengaruhi struktur umur wilayah bersangkutan, berdasarkan ketiga variabel demografi tersebut maka struktur penduduk terbagi menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.

a. Struktur Penduduk Muda

            Carilah data kependudukan yang telah dikelompokkan menurut usia! Anda bisa mencarinya dengan datang ke BPS atau membuka situsnya  di  internet.  Cermatilah  kelompok  usia  mana  yang jumlahnya paling banyak!

            Bila jumlah yang terbanyak adalah kelompok penduduk berusia 15 tahun ke bawah (di atas 35%), sedangkan penduduk yang berusia 65 tahun ke atas lebih sedikit atau di bawah 3% maka struktur penduduknya adalah struktur penduduk muda. Contoh negara yang mempunyai struktur penduduk muda antara lain Indonesia, India, dan Bangladesh. Dengan demikian, berarti dapat kita simpulkan bahwa struktur penduduk muda biasanya terjadi di negara-negara berkembang.

b. Struktur Penduduk Tua 


Amatilah negara Amerika Serikat! Coba cari data kependudukannya! Bila jumlah pada kelompok penduduk berusia 15 tahun ke bawah jumlahnya lebih kecil (kurang dari 35%) daripada kelompok penduduk yang berumur 65 tahun ke atas (sekitar 15%), maka struktur penduduknya adalah struktur penduduk tua. Struktur penduduk tua ini biasa terjadi di negara-negara maju, misalnya adalah negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

 
Jenis-jenis piramida penduduk dibedakan menjadi 3, yaitu piramida penduduk muda  (ekspansive), piramida penduduk stasioner, dan piramida penduduk tua (konstruktif).

a.   Piramida Penduduk Muda (Expansive)

            Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.

44
Geografi  SMA / MA Kelas XI





b.  Piramida Penduduk Stasioner

            Suatu  wilayah  memiliki  angka  kelahiran  dan  angka kematian yang sama-sama rendah  (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.

c.   Piramida Penduduk Tua (Constructive)
            Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.



Selasa, 15 Mei 2012

persebaran fauna di muka bumi dan persebaran fauna di indonesia


2.
Persebaran Fauna di Permukaan Bumi


            Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa flora yang terdapat di permukaan bumi berbeda-beda jenisnya sesuai dengan kondisi fisik daerah tersebut. Bagaimana dengan dunia hewan atau fauna di permukaan bumi ini, apakah juga terbagibagi seperti yang terjadi pada flora?

            Amatilah beberapa jenis hewan yang terdapat di sekitar Anda! Carilah data dari internet dan buku tentang berbagai jenis fauna yang unik sehingga menjadi simbol atau ciri khas dari suatu negara! Buatlah kesimpulan mengapa jenis fauna di daerah Anda dan di daerah lain bisa berbeda jenis dan cirinya!

            Jenis fauna apa saja yang bisa Anda temukan dari internet dan buku! Bandingkan dengan pembagian fauna di dunia yang dibuat oleh Alfred Russel Wallace. Alfred Russel Wallace adalah tokoh yang sangat terkenal dalam membahas persebaran flora dan fauna dunia sehingga sering disebut sebagai bapak biogeografi dunia. Alfred Russel Wallece pada tahun 1876 membagi persebaran fauna di dunia dalam beberapa provinsi yaitu sebagai berikut.

a. Provinsi Zoogeografi Paleartic

            Provinsi ini meliputi di Siberia, Afrika Utara, dan beberapa kawasan di Asia Timur. Fauna yang hidup di antaranya harimau siberia, beruang kutub, beaver, dan rusa.

b. Provinsi Zoogeografi Neartic

            Provinsi ini meliputi sebagian besar Amerika Utara dan Greenland (kutub utara sampai dengan subtropis). Fauna yang hidup di antaranya antelope, rusa, dan beruang.
c. Provinsi Zoogeografi Neotropical

            Provinsi ini meliputi Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Mexico. Fauna yang hidup di antaranya primata, kelelawar, rodent, trenggiling, dan kukang.

d. Provinsi Zoogeografi Ethiopian

            Provinsi ini meliputi Afrika dan Madagaskar. Fauna yang hidup di kawasan ini di antaranya gajah afrika, gorila gunung, jerapah, dan lain-lain.

e. Provinsi Zoogeografi Oriental

            Provinsi ini meliputi India, Cina, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Fauna yang hidup dalam kawasan ini di antaranya harimau sumatra, tapir malaysia, gajah india, kerbau air, badak, dan lain-lain.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
15





f.
Provinsi Zoogeografi Australia


            Provinsi ini meliputi Australia, Tasmania, dan sebagian Indonesia bagian timur. Fauna yang hidup di antaranya kanguru, plathypus, kuskus, wombat, dan lain-lain.
g.   Provinsi Zoogeografi Oceanic

            Tersebar di seluruh samudra di dunia, berupa beberapa jenis ikan dan fauna laut jenis mamalia, seperti anjing laut, lumbalumba, dan ikan paus.

h.  Provinsi Antartik

            Provinsi ini mencakup kawasan di kutub Selatan, jenis fauna yang hidup di daerah ini memiliki bulu lebat untuk menahan dingin serta memiliki lapisan lemak yang tebal pula. Fauna daerah ini di antaranya rusa kutub, burung penguin, anjing laut, kelinci kutub, dan beruang kutub.

Gambar 1.10 Beberapa jenis fauna di dunia

Sumber: Encarta Ensiklopedia, 2006

C
PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA
DI INDONESIA



                Tahukah  Anda  bahwa  Indonesia  dikenal  dengan  julukan Megadiversity Country? Julukan tersebut tidaklah berlebihan karena memang Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan bervariasi.

Indonesia tercatat dalam peringkat lima besar dunia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman flora tertinggi, di mana mencapai kurang lebih 38.000 spesies (55% endemik), urutan pertama dalam kekayaan jenis Palem (477% spesies dan 47% endemik) serta 400 spesies lebih Dipterocarpaceae yang merupakan jenis pohon yang bernilai ekonomis.

16
Geografi  SMA / MA Kelas XI


            Tidak hanya flora yang memiliki keanekaragaman sangat tinggi namun fauna Indonesia juga sangat beragam dan bervariasi. Indonesia menempati urutan pertama untuk mamalia (436 spesies, 51% endemik) dan kupu-kupu (121 spesies, 44% endemik), keempat untuk   reptil (512 spesies,  29% endemik), kelima untuk burung  (1.519 spesies,  28% endemik), serta keenam untuk amphibi (270 spesies, 37% endemik)
            Marilah kita mencoba menganalisis fenomena di atas, faktor-faktor apa saja yang menjadikan Indonesia begitu kaya akan keanakearagaman hayati. Sebelumnya lakukan diskusi dengan teman kelompok belajar Anda untuk mengisi kegiatan berikut!

Kegiatan

Tabel 1.1 Flora dan Fauna Indonesia


Indonesia bagian barat

Indonesia bagian tengah

Indonesia bagian timur
Flora
Fauna
Flora
Fauna
Flora
Fauna


Hasil diskusi menunjukkan perbedaan flora dan fauna tiap region bukan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Faktor-faktor apa saja yang memengaruhinya?

            Kekayaan berbagai jenis flora dan fauna tersebut dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia, kondisi iklim serta sejarah geologis Indonesia. Persebaran flora dan fauna di Indonesia sangat dipengaruhi sejarah geologi Indonesia (seperti yang telah dijelaskan di hal 6). Kurang lebih satu juta tahun yang lalu, Sumatra, Jawa dan Kalimantan menjadi satu dengan Benua Asia, serta Papua bersatu dengan Benua Australia, sedangkan Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara merupakan pulaupulau yang tidak pernah bersatu dengan benua/daratan manapun.
            Posisi Sulawesi yang terisolasi dalam waktu cukup lama memungkinkan terjadinya evolusi berbagai jenis spesies yang unik sehingga pulau ini mempunyai tingkat endemisme flora maupun fauna yang cukup tinggi.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
17



Gambar 1.11 Kepulauan Indonesia dengan garis Wallace dan Weber

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Wallace_Line

                Alfred R.Wallace pada abad ke-19 mengadakan penelitian tentang kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia. Selanjutnya menetapkan Sulawesi dan Kepulauan NTT sebagai wilayah khusus (wallace region)
yang dibatasi oleh garis maya yaitu Garis Wallace. Garis ini memisahkan Sulawesi dan Kepulauan NTT dengan Jawa, Sumatra dan Kalimantan (pulau-pulau Paparan Sunda) serta Garis Weber yang memisahkan Sulawesi dan Kepualauan NTT dengan Papua dan Maluku (Paparan Sahul).

1. Persebaran Flora di Indonesia

            Amatilah ketampakan-ketampakan alam khususnya yang ada di sekitar Anda dan di Indonesia pada umumnya! Jika mengalami kesulitan untuk mengamati seluruh Indonesia, bukalah atlas yang ada! Pada atlas akan ditunjukkan berbagai ketampakan yang digambarkan dalam sebuah simbol.

            Berdasarkan pengamatan dan uraian sebelumnya, dapat dikatakan bahwa pada ketampakan yang berbeda maka jenis flora dan faunanya juga akan berbeda. Setujukah Anda dengan pendapat tesebut?
            Indonesia merupakan suatu negara yang luas dan kaya akan kekayaan alam yang dapat dikelompokkan dalam beberapa klasifikasi. Secara geografi kita akan mengelompokkannya secara keruangan yaitu dalam beberapa ekosistem. Kekayaan flora Indonesia terbagi dalam beberapa ekosistem, yaitu sebagai berikut.

a.   Hutan Pegunungan

Hutan pegunungan ini luasnya mencapai 65% dari seluruh hutan yang ada di Indonesia. Vegetasi didominasi oleh jenis Dipterocarpaceae seperti meranti merah, keruing, nyatoh dan lain-lain. Tersebar di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Coba kenali vegetasi yang ada di provinsi tempat tinggal Anda!

18
Geografi  SMA / MA Kelas XI


b.
Hutan Sub-Montana dan Montana


            Hutan ini terdapat pada ketinggian antara 1300-2500 m, vegetasi yang tumbuh jenis Lauraceae dan Fagaceae, sedangkan
            suku Dipterocarpaceae   sedikit dijumpai. Apakah tempat tinggal Anda berada pada ketinggian tersebut! Coba ukur dengan memanfaatkan GPS atau altimeter, jika alat tersebut tidak ada, coba tanyakan pada guru Anda!

c.
Hutan Savana


            Hutan savana terdapat di Papua, Nusa Tenggara Timur, serta sedikit dijumpai di Maluku. Di Papua vegetasi hutan savana merupakan asosiasi antara padang rumput dan Ecalyptus spp, di Maluku merupakan asosiasi antara padang rumput dan Malauleca serta di Nusa Tenggara Timur asosiasi antara padang rumput dengan Ecalyptus alba, serta tersebar tidak merata pohon lontar (sejenis palem-paleman). Carilah data tentang berbagai jenis rumput tersebut! Berdasarkan data yang sudah Anda dapatkan, bagaimana cara agar rumput tersebut mempunyai nilai ekonomis?

d.
Hutan Rawa


            Hutan rawa ialah hutan yang selalu tergenang oleh air tawar baik musiman ataupun sepanjang tahun. Hutan rawa banyak tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra, pantaipantai di Kalimantan, Papua, dan beberapa di Jawa. Vegetasi yang tumbuh pada hutan ini di antaranya jelutung, binuang, rengas, nibung, rotan, pandan, dan palem-paleman. Menurut Anda, selain jenis tumbuhan di atas dapatkah hutan rawa ditanami jenis tanaman pertanian? Mengapa demikian?

e.
Hutan Gambut


            Hutan  gambut  terbentuk  dari  sisa-sisa  hewan  dan tumbuhan di masa lampau yang berjalan terus-menerus sehingga terbentuk suatu lapisan tanah. Dilihat dari proses pembentukan tanah di hutan gambut tersebut menunjukkan bahwa hutan ini memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi. Vegetasi yang tumbuh adalah jenis ramin (Gonystilus bancanus) serta beberapa terdapat meranti rawa dan jenis dari Agathis.

Terjadinya hutan gambut mengingatkan kita pada bagaimana batubara terbentuk. Banyaknya kandungan bahan organik pada hutan gambut membuat orang-orang banyak melakukan eksploitasi terhadap batubara yang terbentuk pada hutan

Geografi  SMA / MA Kelas XI
19


gambut. Menurut Anda, sebaiknya hutan gambut dieksploitasi atau dibiarkan saja sehingga bisa menjadi cadangan bahan bakar untuk anak cucu kita kelak?

f.
Hutan Pasang Surut


            Hutan ini berada di kawasan terjadinya pasang surut pantai, hutan ini juga sering disebut sebagai hutan mangrove. Ciri khas dari hutan ini adalah sistem perakaran tumbuhan bakau yang menonjol disebut sebagai akar nafas  (pneumatofor) yang merupakan bentuk adaptasi tumbuhan untuk mendapatkan oksigen karena tanah pada hutan ini miskin oksigen bahkan anaerob. Vegetasi yang tumbuh adalah rhizopora, avecinia, sonneratia,  bruguinera,  dan  ceriop.  Tersebar  di  Sumatra,
            Kalimantan, Maluku, Bali, Jawa, dan Papua.

            Carilah  data  tentang  hutan  mangrove  yang  ada  di Indonesia! Berdasarkan data tersebut, hutan bakau dimanfaatkan untuk apa dan apakah cara yang digunakan sudah ramah lingkungan?

            Persebaran flora di Indonesia selain menurut ekosistem tersebut, Wallace juga membaginya dalam  3 bagian yang dipisahkan oleh Garis Wallace (di sebelah barat Sulawesi dan NTT) dan Garis Weber (di sebelah timur Sulawesi dan NTT) sebagai berikut.

)   Bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.
            Bagian  ini  kaya  akan  berbagai  spesies  flora,  seperti Dipterocarpaceae   diperkirakan terdapat 267 spesies. Macammacam flora yang lain di antaranya : Rafflesia spp, berbagai jenis anggrek, berbagai jenis tanaman obat, dan lain-lain.
2)   Bagian peralihan meliputi Sulawesi dan Nusa Tenggara, jenis
            flora yang ada, di antaranya Dipterocarpaceae (jenisnya lebih sedikit dibanding Sumatra dan Kalimantan).Terdapat anggrek yang unik dan khas yaitu ”anggrek hitam” , warna hitam terdapat pada putiknya, sedangkan mahkota bunga sebenarnya berwarna hijau muda. Selain flora di atas terdapat juga kayu cendana, kayu kemiri, kayu hitam, dll.
3)   Bagian timur meliputi Maluku dan Papua, jenis flora yang
            ada di antaranya   flora mangrove dengan asosiasi cemara laut, butun, dan ketapang.

            Berdasar pada persebaran flora Indonesia di atas maka termasuk kawasan yang manakah tempat tinggal Anda? Flora apa saja yang dapat Anda temui?

20
Geografi  SMA / MA Kelas XI



2.  Persebaran Fauna di Indonesia

Gambar 1.12   Peta persebaran hewan di Indonesia

Ilustrasi: Cahyo

Amati kembali Gambar  1.11  (Garis Wallace dan Webber)! Persebaran fauna di Indonesia menurut Wallace terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian barat, bagian peralihan, dan bagian timur. Ketiga daerah ini dipisahkan oleh Garis Wallace dan Garis Webber.

a.
Bagian Barat


            Bagian barat ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Asiatis yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Bali. Fauna yang hidup di kawasan ini adalah harimau Sumatra, macan tutul, banteng, ular kobra, badak bercula satu, burung elang jawa, dan burung rangkong.

b.
Bagian Peralihan


            Bagian ini adalah kawasan unik dan khas yang disebut juga sebagai Wallace region. Kekhasan fauna di kawasan ini ialah
terdapatnya fauna yang mempunyai kemiripan dengan fauna kawasan asiatis (tapir dan monyet) tapi juga mirip dengan fauna yang ada di kawasan Australia (kakatua dan musang).
            Fauna di bagian peralihan antara lain anoa, tarsius, burung maleo, burung alo, babirusa, musang sulawesi, kuskus, dan burung jalak sulawesi.

c.
Bagian Timur


            Bagian ini termasuk dalam provinsi zoogeografi Australian, yang meliputi Maluku dan Papua. Fauna yang hidup di antaranya kuskus, kanguru, burung cendrawasih, buaya irian, penyu sisik, dan monyet ekor panjang.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
21

fenomena biosfer dan persebaran flora


A.
FENOMENA BIOSFER
1.
Pengertian Fenomena Biosfer


          Amatilah jenis-jenis makhluk hidup yang ada di sekitar Anda! Identifikasikan ciri-cirinya! Adakah perbedaan dengan tempat lain? Dapatkah Anda menyebutkan perbedaan tersebut? Mengapa?
            Ingat dan renungkan kembali bahwa hal tersebut merupakan suatu fenomena yang dipelajari dalam objek ilmu geografi. Perhatikan Gambar 1.1 sebagai bahan kajian!

Pada Gambar 1.1 tampak

suatu lingkungan tempat tinggal yang terdiri atas pekarangan dan bangunan rumah. Lingkungan tempat tinggal tersebut merupakan  suatu  ruang  di mana dalam ruang tersebut terjadi saling interaksi, interrelasi, dan saling ketergan

tungan antara komponen satu
Gambar 1.1 Tempat tinggal manusia dan
lingkungannya



dengan yang lain. Tanaman

Sumber Encarta Ensiklopedia, 2006

yang tumbuh di pekarangan memerlukan  tanah  sebagai

media tumbuh, memerlukan sinar matahari dan udara untuk kelangsungan hidupnya, bahkan sering pula memerlukan manusia untuk merawatnya. Semua komponen ini saling berinteraksi sehingga terjadi proses yang saling memengaruhi. Hal inilah yang dipelajari dalam geografi.

Anda tentunya telah memahami macam-macam objek material ilmu geografi dalam kelas X. Coba Anda ingat kembali materi tersebut! Berbagai fenomena geosfer antara lain litosfer, pedosfer, atmosfer, serta hidrosfer. Fenomena-fenomena tersebut adalah objek material geografi yang merupakan fenomena fisik di permukaan bumi, sedangkan dalam kelas XI Anda akan mempelajari fenomena yang berkaitan dengan makhluk hidup yang ada di permukaan bumi. Anda dapat mengawali pemahaman tentang fenomena geosfer dengan memahami dahulu tentang pengertian fenomena. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan panca indra serta dapat diterangkan dan dinilai secara ilmiah, sehingga yang mencirikan fenomena adalah ”dapat dinilai dan diterangkan secara ilmiah”.

2
Geografi  SMA / MA Kelas XI


            Berdasarkan ciri fenomena tersebut Anda dapat menguraikan dan menjelaskan arti dari objek material geografi yaitu ”fenomena geosfer”. Segala gejala yang berkaitan dengan bumi dapat dijelaskan secara ilmiah. Penjelasan dari fenomena geosfer tersebut dalam geografi dapat dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah, ingat kembali ketiga pendekatan tersebut!

            Coba Anda sebutkan dan jelaskan fenomena-fenomena geosfer yang telah dipelajari dengan menggunakan ketiga pendekatan tersebut! Setelah Anda memahami tentang fenomena geosfer, amatilah apakah ada ketergantungan di antara makhluk hidup dengan lingkungan fisiknya?  Untuk lebih jelasnya cermati fenomena berikut!

            Revolusi Industri yang terjadi pada tahun 1800-an di beberapa kota besar di Inggris telah menyebabkan terjadinya seleksi alam terhadap sekelompok ngengat. Ketika Revolusi Industri belum terjadi banyak dijumpai ngengat dengan warna cerah dan berbintik-bintik hitam (corak seperti lumut yang menempel di pohon), sehingga apabila ngengat tersebut hinggap di pohon dapat menyamarkan bagi pemangsanya. Namun ketika Revolusi Industri terjadi di mana jelaga telah mengubah warna pepohonan serta bangunan maka saat itu yang banyak dijumpai adalah ngengat dengan warna kehitaman, sedangkan ngengat berwarna cerah selanjutnya diketahui banyak dijumpai di daerah pedesaan.

Fakta di atas merupakan salah suatu contoh fenomena biosfer yang secara panca indra dapat dilihat dan dapat dianalisis secara jelas. Berkembangnya ngengat yang berwarna kehitaman pada saat Revolusi Industri adalah salah satu bentuk seleksi alam. Spesies tersebut adalah spesies yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan saat itu karena warnanya yang kehitaman sesuai dengan jelaga dapat menyamarkan bagi pemangsanya. Sedangkan ngengat dengan warna cerah lebih mudah dimakan pemangsa karena warnanya yang menonjol di antara lingkungan yang penuh jelaga. Dari uraian di atas dapat disimpulkan, pengertian biosfer adalah lapisan tempat hidup (habitat) makhluk hidup yang meliputi lapisan litosfer,  hidrosfer,  dan  atmosfer,  di  mana  ketiganya  saling berinteraksi membentuk suatu tempat ditemukannya kehidupan di bumi.

Geografi  SMA / MA Kelas XI
3



2.  Lapisan Biosfer

            Di sekitar kita ada tiga jenis makhluk hidup yang menempati permukaan bumi. Ketiga jenis makhluk hidup tersebut adalah manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun dalam kajian geografi, pembahasan mengenai manusia dipisah secara tersendiri yaitu dalam antroposfer.

            Setelah cukup mengerti mengenai fenomena biosfer, marilah kita pelajari ”lapisan biosfer”. Telah dikemukan di atas bahwa biosfer adalah lapisan hidup sehingga pada lapisan ini merupakan lapisan paling dinamis karena objeknya yang berupa makhluk hidup, di mana makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

            Berdasarkan pengertian biosfer maka pertanyaan yang timbul adalah bagaimana perbedaan biosfer dan objek biologi? Seperti yang telah kita kenal selama ini bahwa biologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang keadaan dan sifat makhluk hidup (manusia, hewan, dan tumbuhan). Amatilah gambar proses pertumbuhan tanaman kelapa berikut!

Gambar 1.2   Pertumbuhan tanaman kelapa

Sumber: Dunia Tumbuhan, Tira Pustaka

                Pada Gambar 1.2 tampak bahwa tanaman kelapa mengalami pertumbuhan dari biji sampai dewasa. Tanaman kelapa juga mempunyai struktur batang, daun, dan jenis akar yang khas. Halhal yang merupakan ciri fisik, sifat biologis, dan pertumbuhan pada tanaman kelapa tersebut yang dipelajari dalam biologi.
            Tanaman kelapa selain mengalami proses-proses biologis, juga memerlukan tempat yang sesuai sebagai tempat tumbuh dan berkembang. Hal ini bisa juga disebut dengan persebaran tanaman, di mana kelapa banyak tumbuh di daerah pantai. Hal inilah yang dipelajari tentang makhluk hidup di dalam geografi.
            Berdasarkan gambar dan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa yang mencirikan suatu ilmu adalah cara menganalisis objek kajiannya. Pada materi biologi cenderung mengkaji makhluk hidup

4
Geografi  SMA / MA Kelas XI





(anatomi dan fisiologi), sedangkan geografi dalam mengkaji makhluk hidup dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan.

Pantai merupakan lingkungan yang tepat bagi pertumbuhan kelapa. Dinamika yang terjadi di pantai memengaruhi pertumbuhan kelapa. Persebaran kelapa banyak dipengaruhi oleh air laut, kelapa yang tua jatuh dan terseret ombak sehingga terombang-ambing di lautan sampai akhirnya kelapa akan dihempaskan kembali di pantai.


 
1. Persebaran Flora di Permukaan Bumi

Pelajari kembali Teori Apungan Benua! Carilah beberapa sumber yang bisa mendukung teori tersebut! Berdasarkan teori tersebut, Anda tentu sudah bisa memahami mengapa jenis flora dan fauna suatu daerah bisa sama padahal daerahnya terpisah jauh. Lalu bagaimana persebaran flora yang ada di permukaan bumi saat ini? Bumi merupakan planet yang sangat berbeda dengan planetplanet yang ada dalam tata surya kita. Interaksi antara massa daratan, samudra, dan atmosfer menghasilkan beraneka ragam bentang alam serta iklim dunia yang bervariasi. Kekuatan interaksi tersebut menghasilkan beraneka ragam bioma atau suatu komunitas vegetasi yang mempunyai kemampuan adaptasi sama terhadap lingkungan regional. Berikut ini merupakan persebaran flora di permukaan bumi yang diklasifikasikan dalam beberapa bioma.

a.   Bioma Tundra

Tundra

Gambar 1.4. Bioma tundra

Sumber: www.radford.edu

Bioma tundra mempunyai karakteristik iklim regional yang sangat ekstrim dengan suhu rata-rata rendah, bersalju, dan mempunyai musim panas yang pendek. Jenis vegetasi yang

10
Geografi  SMA / MA Kelas XI






            tumbuh adalah lumut yang membentuk suatu hamparan yang luas atau sering disebut sebagai ”hamparan bantalan”. Jenisjenis lumut tersebut yaitu dark red, rumput kipas, dan lain-lain.
Tersebar di kutub utara dan di Pegunungan Alpine.
            Perhatikan Gambar 1.4! Coba perkirakan iklim regional pada daerah tersebut? Di mana terdapat bioma seperti gambar tersebut? Pernahkah Anda melihatnya di Indonesia?

b.  Bioma Taiga atau Hutan Boreal

            Bioma taiga terletak di kawasan beriklim subartik dengan iklim yang sangat dingin dan musim panas yang sangat pendek. Kisaran temperatur antara suhu rendah dan suhu tinggi sangat besar. Tersebar di Skandinavia, Rusia Timur, Amerika Utara, dan beberapa di kawasan Asia Utara.

Taiga

Gambar 1.5 Bioma Taiga

Sumber: www.radford.edu

Amati Gambar  1.5 tersebut! Berdasarkan gambar tersebut, tentunya Anda dapat menyimpulkan jenis vegetasi apa yang hidup dalam bioma taiga? Jenis vegetasi yang mendominasi adalah jenis vegetasi konifer (tumbuhan berdaun jarum), di antaranya picea, abies, pinus, dan larix.

c.   Bioma Hutan Iklim Sedang

Hutan iklim

sedang

Gambar 1.6 Bioma hutan iklim sedang

Sumber: www.runet.edu

Geografi  SMA / MA Kelas XI
11




                Ciri khas dari bioma hutan iklim sedang adalah warna daun yang berwarna oranye keemasan. Hal ini disebabkan karena pendeknya hari sehingga merangsang tanaman menarik klorofil dari daun sehingga diisi pigment lain.

            Jenis vegetasi yang tumbuh adalah quercus  (oak), acer (maple), castanea dan lain-lain. Tersebar di Eropa Barat, Eropa Tengah, Asia Timur  (Korea dan Jepang) dan Timur Laut Amerika. Vegetasi jenis ini hanya dapat ditemui di Benua Eropa serta Asia Timur, karena vegetasi ini hidup pada kawasan subtropis dengan iklim semi selama enam bulan serta mengalami musim gugur saat musim kering sampai musim dingin.

d.  Bioma Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan

tropis

Gambar 1.7 Bioma hutan hujan tropis

Sumber: www.runet.edu

                Dapatkah Anda mengenali Gambar 1.7? Tentunya Anda sudah sangat kenal dengan jenis hutan tersebut, baik secara langsung maupun melalui gambar. Gambar 1.7 menunjukkan jenis hutan hujan tropis yang berada di Sumatra/Kalimantan. Indonesia merupakan salah satu negara terbesar yang masih mempunyai hutan hujan tropis selain Brazil, Afrika bagian barat, dan Madagaskar.

            Hutan hujan merupakan bioma paling kompleks, jumlah dan jenis vegetasinya sangat banyak dan bervariasi, keadaan itu disebabkan oleh iklim mikro yang sangat sesuai bagi kehidupan berbagai jenis tumbuhan. Iklim hutan hujan tropis dicirikan dengan musim hujan yang panjang, suhu udara, dan kelembapan udara tinggi. Terdapat beberapa lapisan vegetasi dalam hutan hujan, yaitu sebagai berikut.

1)   Lapisan vegetasi yang tingginya mencapai 35-42 m, dan
            daunnya merupakan ”kanopi” (payung) bagi vegetasi di bawahnya.

12
Geografi  SMA / MA Kelas XI




2)   Lapisan tertutup kanopi dengan ketinggian vegetasi berkisar
            20-35 m, pada lapisan ini sinar matahari masih bisa menembus.

3)   Lapisan tertutup kanopi berkisar  4-20 m, merupakan
            daerah kelembapan udara relatif konstan.

)   Lapisan vegetasi dengan ketinggian berkisar 1-4 m. 5)   Lapisan vegetasi dengan ketinggian antara 0-1 m, berupa
            anakan pohon serta semak belukar.

            Jenis vegetasi yang tumbuh dalam hutan hujan tropis di antaranya Dipterocarpaceae, Pometia spp, Arecaceae  (palem),
Mangifera spp, dan Rafflesia spp. Terdapat juga jenis vegetasi yang khas yaitu epifit  (angrek-anggrekan) dan liana  (tumbuhan merambat contohnya adalah rotan).

            Bioma hutan hujan tropis tersebar di daerah antara 10º LU dan 10º LS, termasuk di dalamnya Hutan Amazon (Amerika Tengah), Afrika Barat, Madagaskar Timur, Asia Selatan (Indonesia dan Malaysia), dan Australia.

e.   Bioma Savana (Padang Rumput)

Savana

Gambar 1.8. Bioma savana/padang rumput

Sumber: www.runet.edu

                Perhatikan Gambar 1.8! Apa yang dapat Anda simpulkan? Suatu kawasan yang hanya ditumbuhi oleh rumput-rumputan. Coba pikirkan bagaimana kondisi iklim di kawasan tersebut?
            Bioma savana beriklim asosiasi antara iklim tropis basah dan iklim kering yang terbentang dari kawasan tropika sampai subtropik. Daerah tropika sampai subtropika dengan curah hujan yang tidak teratur menyebabkan tanah di daerah tersebut mempunyai tingkat kesuburan sangat rendah.

Vegetasi yang tumbuh adalah rumput-rumputan, seperti gramineae jenis rumput yang hidup sepanjang tahun dengan ketinggian rumput mencapai  2,5 m lebih. Selain gramineae

Geografi  SMA / MA Kelas XI
13





            tedapat juga palm savanna, pine savanna dan acacia savanna. Bioma ini tersebar di Afrika Timur, Amerika Tengah, Australia, dan Asia Timur.

f.
Bioma Gurun


            Pada bioma gurun sangat jarang ditemui suatu kehidupan, untuk  dapat  bertahan  hidup  beberapa  flora  harus  bisa beradaptasi dengan lingkungan gurun. Tanaman yang tumbuh di antaranya kaktus. Lakukan pengamatan terhadap tanaman kaktus, apa yang dapat Anda simpulkan?

Gurun

Gambar 1.9. Bioma Gurun

Sumber: www.runet.edu

                Tanaman kaktus merupakan tanaman yang memiliki ciri khas berbeda dengan tanaman lain. Tanaman ini mempunyai banyak duri dan terlapisi oleh lapisan lilin yang tebal.
            Lapisan lilin dan duri merupakan bentuk adapatasi kaktus untuk mengurangi penguapan. Bentuk adaptasi kaktus yang lain adalah kemampuannya dalam berbunga dan berbiji yang sangat cepat yaitu segera setelah turun hujan, hal tersebut adalah bentuk adaptasinya untuk regenerasi.

            Bioma gurun dicirikan dengan kondisi iklim musim kering yang sangat ekstrim dengan suhu udara yang tinggi. Bioma gurun ini tersebar di Amerika Utara yang disebut praire, di Asia
            disebut steppa, Amerika Selatan disebut pampas, dan Afrika Selatan disebut veld.

            Sesuai dengan kondisi alamnya, maka tidak semua jenis vegetasi bisa tumbuh di gurun. Jenis vegetasi yang bisa bertahan hidup di daerah gurun antara lain adalah kaktus, liliaceae, aloe, kaktus saguora, dan cholla.